CRITICAL JURNAL REVIEW
|
Judul
|
Nilai-Nilai
Gotong-Royong Dalam Tari Mbuah Page
(Analisis
Semiotika Nilai-Nilai Gotong-Royong Dalam Tari
Mbuah Page Pada Acara Adat Merdang-Merdem Di
Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo
Sumatera Utara)
|
|
Jurnal
|
Jurnal Ilmu Komunikasi
|
|
Download
|
Jurnal.upnyk.ac.id
|
|
Volume dan Halaman
|
Volume 7, No. 01 – Hal. 1-8
|
|
Tahun
|
Januari-April 2009
|
|
Penulis
|
Evariana BR Brahmana
Christina Rochayanti
M. Edy Susilo
|
|
Reviewer
|
Annisa Awwalliyah
|
|
Tanggal
|
22 oktober 2017
|
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk
membuka kembali
pemahaman orang Karo akan
adanya makna gotong-royong dalam tari Mbuah Page pada
acara Merdang-merdem di desa Perbesi Kecamatan
Tiga binaga
Kabupaten Karo,
Sumatera Utara.
|
|
Subjek Penelitian
|
Yang menjadi subjek penelitian adalah makna simbol-simbol gotong-royong dalamTari
Mbuah Page
|
|
Assesment Data
|
-
|
|
Metode penelitian
|
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian kualitatif
dengan menggunakan analisis semiotika
yang dikemukakan oleh Roland Barthes.
Penelitian ini tidak memaparkan, menjelaskan hipotesa atau mengujinya, melainkan hanya mengembangkan,
menjelaskan, memaparkan konsep,
fakta, data yang diperoleh dari penelitian tersebut dan mencoba
memaparkan dan menjelaskan makna
simbol-simbol gotong-royong dalamTari
Mbuah Page.
|
|
Langkah Penelitian
|
Teknik
analisa data yang digunakan Adalah dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
(a) tari Mbuah
Page diamati secara mendalam
untuk mengenali
penanda-penanda (signifier).
(b) hasil
pengamatan tersebut kemudian
dicari makna tersurat yang disebut makna denotasi
dari tarian ini.
(c) pengamatan kemudian
dilanjutkan secara lebih mendalam dan intens
untuk menemukan makna konotatifnya.
(d) menarik
kesimpulan berdasarkan analisis semiotika.
|
|
Hasil Penelitian
|
Hasil dari penelitian ini adalah:
Tari mbuah page merupakan tarian yang mampu menyampaikan
pesan dengan menggunakan tanda atau simbol-simbol tertentu. Pada Tari Mbuah
Page ini
terdapat beberapa gerakan yang memiliki
hubungan satu dengan yang lainnya sehingga
terbentuk sebuah nilai gotong-royong. Gerakan
pada tarian ini menggambarkan suatu kegiatan mencangkul di ladang, sebagai
proses awal untuk menggemburkan tanah sebelum akhirnya ditanami. Pada intinya
tari ini menggambarkan kebersamaan dalam bergotong-royong yang dilakukan
masyarakat karo pada zaman dahulu.
|
|
Kekuatan Penelitian
|
Dari penggunaan bahasa, jurnal ini cukup baik. Kemudian
dari segi pesan yang ingin disampaikan, jurnal ini menyampaikan kepada
pembaca bahwa dizaman modern ini nilai-nilai gotong royong mulai memudar dan
dari sini penulis menyampaikan nilai-nilai gotong royong tersebut dan
mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menghargai satu sama lain.
|
|
Kelemahan Penelitian
|
Pada kalimat “Tanda (sign) yang menggambarkan
suatu realita
yang ditunjukkan untuk
mengkaji
nilai-nilai gotong-royong” penulis kurang
jelas menyampaikan apa contoh tanda yang ada dalam gerak tari tersebut
sehingga pembaca kurang memahaminya.
|
|
Kesimpulan
|
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari jurnal ini
adalah, bahwa dalam tari mbuah page ini terdapat makna atau simbol-simbol
yang didalamnya terdapat nilai-nilai gotong royong. Nilai tersebut dapat
dilihat pada gerak yang dibawakan penari, iringan musik, busana, serta
properti yang digunakan. Kesemuanya itu saling memiliki hubungan satu
dengan yang
lainnya sehingga muncul sebuah
makna pesan arti pentingnya sebuah semangat
gotong-royong dalam kehidupan
bersama.
|
Komentar
Posting Komentar